Anggota DPRD Sulsel Gelar Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan Dan 3 S

  • Whatsapp
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Luwu, Portal-News.co.id – Diawal Bulan suci 5 Ramadhan 1442 H/2021 M, Fadriaty, AS.ST.MM yang akrab disapa Enceng, selaku Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Fraksi Demokrat dapil IX Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Kota Palopo. Juga selaku Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palopo.

Dalam Sosialisasi kali ini bertemakan Nilai-nilai Kebangsaan Keagamaan karena bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadhan 1442 H/2021 M, yang dilaksanakan di Lingkungan Kombong, Kelurahan Suli, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.

Read More

Dari pantauan Fadriaty dalam sambutannya menjelaskan bahwa “Betapa pentingnya kita menjaga nilai-nilai kebangsaan, pentingnya kita menjaga keutuhan Negara kita karena NKRI harga mati. Selanjutnya nanti tentang nilai keagamaan akan disampaikan oleh pak Ustadz, Karena saya tidak ada tupoksi untuk menyampaikan itu takut salah hehehe (tertawa).” Ungkapnya

“Kita berharap agar ditengah pandemik ini, kita tetap bersabar agar kita bisa melakukan pembangunan. Karena saat ini anggaran dipangkas untuk masuk kepada anggaran Covid 19. Dan selanjutnya saya ingin menyampaikan bahwa Mari kita menciptakan rasa Sipakatau (Memanusiakan), Sipakalebbi (Saling menghargai) dan Sipakainge’ (Saling mengingatkan) dan saya sangat berterimakasih kepada para keluarga yang hadir pada hari ini, semoga kita bisa saling memaafkan dibulan yang penuh berkah ini.” terang Fadriaty.

Tak hanya itu, sosialisasi tersebut juga dihadir Ustadz Hasan menyampaikan ceramah tentang nilai-nilai Kebangsaan dalam bidang Keagamaan. Islam adalah agama yang sangat mengedepankan tentang sosialisasi dan nilai silaturahim.”jelas Hasan”

Lanjut Hasan, dibulan Ramadhan marilah kita menjaga hubungan diantara kita sebagai hamba-hamba yang bertaat kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa adalah perisai, jadi ketika salah satu dari kalian sedang berpuasa, ia tidak boleh memanjakan mulutnya dengan perkataan kasar atau meninggikan suaranya ketika marah. Jika seseorang menghinanya, biarkan dia berkara: aku sedang berpuasa,” (HR Muslim).”tutup Hasan”.

Penulis: Sukardi
Editor: Esse


Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •