Hidayah Datang Saat Mengembang Amanah, FKPP Luwu Bakal Louncing Buku

  • Whatsapp
FKPP Luwu
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Luwu, Portal-News.co.id – Pasca Musyawarah Daerah (Musyda) Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) yang berlamat di Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu tepatnya di lokasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, pada tanggal 18 Oktober 2020 yang lalu dan terpilihnya Ketua Pahruddin yang akrab disapa Pakkapolo ini menjadikan FKPP Kabupaten Luwu semakin progres dalam pencapaian visi dan misinya.

BACA JUGA :

Tak hanya itu, Pakkapolo yang kini menjabat sebagai Ketua FKPP mendapatkan hidayah dari Allah SWT.

Read More

Dirinya bercerita kepada awak media bahwa setelah melakukan Sholat Tahajud “Saya mendapat hidayah untuk mengarang sebuah buku untuk diterbitkan dan diseminarkan di Luwu, yang berjudul Pesantren Terdepan membela Pancasila. Bukan hanya single face, tapi juga multy face”.

“Dalam buku karangan ini menceritakan ide pokok tentang Anak Bangsa atau Generasi Muda Pancasila yang harus berediologi Pancasila dan berakhlak, berkarakter hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) “.

“Dalam visinya juga bahwa Pesantren di Kabupaten Luwu berusaha tampil membela Pancasila, Bukan hanya single face tetapi juga multy face, Maksudnya Pesantren tampil dengan semangat yang mengenakan dan menerapkan nilai-nilai ajaran Islam dan juga berfungsi ganda tampil mengembangkan nilai-nilai luhur Pancasila dengan mengedepankan Akhlakul karimah bagi generasi pelanjut.” terang Pakkapolo”.

Lanjut Pakkapolo, “Dan juga mengedepankan akhlak bagi generasi dengan metode mendidik anak bangsa yang  tahu Sipakalebbi, Sipurennu, Sipatuwo Naewai Alena. Maksudnya adalah Generasi Sipakalebbi (Saling Menghargai), Sipurennu (Saling Mengembirakan) dan mencermati perkembangan Informasi dan Teknologi.” jelas Pakkapolo.

Pesantren juga mempunyai Visi membangun Students Crasteristic, Itulah santri budaya dipondokkan atau dikarantinakan sekian tahun dipesantren dengan mengikuti tata tertib tinggal di Pesantren, sebagaimana kita ketahui bahwa Santri laki-laki dan perempuan memiliki asrama yang terpisah.

Menurut Pakkapolo selaku Ketua FKPP DPC Kabupaten Luwu “Jika Santri diatur belajarnya, diatur Sholatnya. Diatur istirahatnya, diatur makan dan minumnya dan diatur waktu Olah raganya. InsyaAllah jauh dari perbuatan keji dan mungkar, Tidak bergaul bebas. Pasti para Santri yang mondok itu terbentuk kebiasaan Sunnah Tullah, yaitu cara Nabi Muhammad SAW hidup pada waktu kecil sampai dewasa.”

BACA JUGA :

“Perumpamaan inilah anak bangsa jika otaknya di isi ilmu negatif tidak mungkin otaknya positif, pasti busuk seperti sampah. Inilah yang bisa merusak tatanan-tatanan bermasyarakat, semoga kita bisa bekerja sesuai Visi dan Misi dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin Yaa Rabb.” tutup Pakkapolo”.

Penulis: Sulkarnain

Editor: Zainuddin Bundu


Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •