Penegak Hukum Diminta Audit, Rekanan Membisu Soal Proyek Berlapis Karung Gabah

  • Whatsapp
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Luwu, Portal-News.co.id – Permintaan data proyek berlapis karung gabah, pihak rekanan membisu. Dan penegak hukum diminta audit.

Dimana pekerjaan ruas jalan itu bersumber dari APBD Luwu, tahun anggaran 2020 senilai Rp. 770.000.000,- juta lebih. Dengan rincian paket item pekerjaan berupa, galian, pelebaran ruas jalan dan pembuatan Gorong-Gorong yang ditemukan warga pada tanggal 23 Februari 2021.

Read More

Bahkan pihak rekanan bagian administrasi dari CV Michela, Arna yang dihubungi hingga kini. Engan memberikan tanggapan maupun data-data yang dimaksud untuk kepentingan publik. Ada apa.?

Sepeti permintaan RAB, RKA dan Design Gambar Proyek awal perencanaan maupun gambar perubahan.

Maka dengan adanya hal itu, patut diduga, ketidak transparansinya pihak rekanan kepada publik. Sesuai fakta yang ditemukan.

Proyek Karung GabahSehingga, Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Kinerja Pemerintah Dan Masyarakat (PKP-M) Andi Baso Juli, SH menanggapi “Adanya pembangunan ruas jalan di Desa Sampeang – Kaili adalah merupakan dugaan salah perencanaan, dan kurangnya bobot atau kualitas pekerjaan”. Kata ABJ. Kamis malam (24/2/2021) pukul 22:46 (WITA).

Lanjutnya lagi “Bilamana pihak kontraktor mengatakan bahwa, segala bentuk administrasi harus se izin kejaksaan mungkin sangat keliru. Kendatipun kejaksaan adalah TP4D, sebagai fungsi pengawasan, bukan tempat pelindung. Jadi perlunya pihak kontraktor harus transparansi. Sebab pembangunan ruas jalan yang dikerja pada tahu 2020 lalu, adalah merupakan hak publik untuk tahu”.

“Untuk penegakan hukum, sebaiknya dilakukan penyelidikan dan penyidikan agar ruas jalan tersebut, tidak terkesan asal bagun. Sebab ini adalah merupakan anggaran fantastik yang seharusnya dikerja secara proposional, dan berkuwalitas. Demi memberi asas manfaat untuk masyarakat. Kuncinya. (ZB)


Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •