Soal Permintaan Data Proyek Dibungkus Karung Gabah, Harus Ada Rekomendasi Kejaksaan

  • Whatsapp
Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Luwu, Portal-News.co.id – Soal proyek ratusan juta yang dibungkus dengan karung gabah oleh pihak rekanan kepada Pemerintah Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan bentuk wujud kerja nyata.

Dimana Pekerjaan pembuatan pelebaran Ruas Jalan atau Gorong-Gorong itu bersumber dari Alokasi Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Luwu, dan di kerja oleh kontraktor CV Michela di wilayah Desa Sampeang – Kaili, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu.

Read More

Pelaksana atau Kontraktornya, yakni bernama Andi yang berada di Basecamp, tepatnya di Desa Senga Selatan saat ditemui. Rabu siang (24/2/2021) pukul 16:29 (WITA).

Sekaitan dengan hal itu, Andi Selaku Pelaksana membenarkan adanya kalau pekerjaan ruas jalan atau Gorong-Gorong itu dikerja pada tahu 2020 dengan menggunakan Dana Alokasi Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Luwu senilai Rp. 770.000.000.- Juta Lebih.

“Jadi begini Pak, jadi itu kan antara gorong-gorong kan di cor, karena basah, jadi ditutup karung dulu. Setelah di cor to, tutup karung baru ditimbun menghindari gerusan tanah.

Tambah Andi “Itukan ditimbun, cor kan belum kering, hujan kita kejar two menunggu satu dua hari amblas itu tanahnya dibawah . Jadi dengan kita tutup karung, tutup tanah, ditimbun two sudah” Kata Andi

Tak hanya itu, pertanyaan demi pertanyaan yang di lontarkan, apakah sesuai spesipikasi maupun kualitas pekerjaan yang kami mengacu pada design Gambar, RKA maupun RABnya perwujudtqn dari proses pekerjaan tersebut. Andi menambahkan bahwa.

“Jadi begini Pak, tujuh ratusan jutaan itu meliputi Galian ya, Gorong-Gorong, dan bapak lihat disitu mulai dari katingan, sda 1.200 meter samapi diujung di belakang. Itu kontraknya hanya 4.000 meter. Sedangkan kami kerjakan itu 12.000 meter. Gorong-gorong disitu hanya 30, yang kami pasang ada 60 Pak” Jelas Andi

Lanjutnya lagi, “Jadi skrg begini Pak. Itukan masalah teknis kecil, itu gorong-gorong bapak foto, itu kan tergerus air pak. Dan kemarin saya dapat info dari PPK. Bahwa ada juga gorong-gorong jatuh, yang bapak foto gorong-gorong jatuh yang bapak foto, itu bukan kami punya. Itu sebelum kami datang, sebelum kami ision, itu barang sudah jatuh. Sudah ada memang Gorong-gorong yang jatuh, itu jalan lama pak, yang rusak dikerja lagi”. Jelas Andi lagi

Tak hanya itu, berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 12 tahun 2021 perubahan atas kepres nomor 16 tahun 2018 Pihak pelakaana juga membenarkan dengan adanya system CCO.

“Ini kan ada CCO, setiap RAB pasti ada CCO. Jadi begini Pak, Proses tender itu panjang, stelah menang tender adakan insion. Karena selalu diperencanaan tidak selalu sesuai yang ada di lapangan. Kadang ada kebutuhan yang urgen, ada yang tidak urgen. Itulah yang dirubah. Cens, dirubah, tidak urgen, dialihkan ke urgen. Karena kalau kerusakan Pak, pasti ada faktor alam. Ada faktor alam pak, dan itu tidak bisa dihindari. Jalan itu tidak rusak kalau tidak tergerus air (Rawan Longsor). Tidak semua rawan longsor, sepanjang 3 kilo ada beberapa titik rawan longsor. Sebelum kami kerja, masyarakat disitu bilang, daerah disitu pak rawan longsor, daerah sini, daerah sini. Makanya, itulah yang kami lakukan tambahan gorong-gorong. Karena menghindari itu, karena gerusan itu menyebabkan jalan longsor”. Tandas Andi

Sekaitan dengan permintaan data Design Gambar, RAB dan RKA, pihaknya menjelaskan bahwa itu berada di bagian administrasi. Namun setiap data yang ingin diminta, harus mengantongi Rekomendasi dari Pihak Kejaksaan. Dan artinya dalam hal ini, pihak kejaksaan. Selain melakukan pengawasan, pihaknya juga tengah menengahi persoalan-persoalan yang terjadi dibawah garis kepimpin Ibu Kajari Luwu Erny Veronica Maramba

Proyek Karung Gabah

“Minta Rekomendasi darisana, nda ini penyampaian dari teman. Begini dulu, saya kan ini kan urusan lapangan, secara teknis. Administrasi ada orang tersendiri, ini perusahaan Pak, ya too. Administrasi ada orangnya tersendiri, bagian lain ada orangnya tersebdiri. Jadi kalau secara teknis, bapak berhadapan dengan saya. Kalau administrasi bapak cari pak Arna. Jadi ini sekarang ada pendampingan pak, ini pendampingan maksudnya, bukan beking-beking. Ini mencegah adanya pelanggaran hukum. Kunci Andi

Tak hanya itu, pihak adminiatrasi CV Michela, Arna yang dihubungi via selulernya untuk permintaan tanggapan. Mulai dari mulai sore, hingga malam pukul 23:56 (WITA) pihaknya hanya membaca pesan, dan tak memberikan komentar, terkait point-point yang dimaksud. Baik itu, Design Gambar, RAB, RKA dan Surat rekomendasi dari Kejaksaan Negeri Luwu.

Sekedar diketahui, bahwa pekerjaan ruas jalan Gorong-Gorong yang menggunakan APBD, yang diberitakan sejak Selasa (23/2/2021/). Sebelumnya sudah pernah dilakukan perbaikan awal atau pertama, dan kini peristiwa itu terjadi lagi dengan tanggapan karena adanya tergerus air.

Namun tak sampai disitu, kami akan terus melakukan investigasi permintaan data dan tanggapan hingga ke Kejaksaan Negeri Luwu untuk kepentingan publik yang transparan, akuntabel dan terpercaya, apakah memang harus dan benar seperti itu. Setiap pekerjaan yang krusial, wajib dan harus mendapatkan persetujuan pihak kejaksaan sebagai lembaga pengawasan. Maka untuk kepentingan pelayanan publik, berita ini kami layangkan. (ZB)


Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •